Article headline

United States News News

Article headline
United States Latest News,United States Headlines

Pantas Dilarang FIFA, Ini Bahaya Gas Air Mata Menurut Pakar Kesehatan

GELORA.CO -Insiden kerusuhan suporter Arema FC di stadion Kanjuruhan yang menewaskan 127 orang menyisakan luka mendalam bagi bangsa ini. Ini menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah persepakbolaan dalam negeri, bahkan dunia.

Insiden itu berawal dari kerusuhan suporter yang turun ke lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya 2-3. Untuk meredam massa, polisi menembakkan gas air mata. Terkait bahaya gas air mata, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan, gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia. Di antara yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat dengan CN dan chlorobenzylidenemalononitrile atau disingkat CS. Paparan secara langsung bahan kimia itu dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernafasan, dan kulit. "Senyawa CS ini biasanya diformulasikan dengan beberapa bahan kimia, terutama pelarut metil isobutil keton yang digunakan sebagai pembawa," kata Dede dikutip dari Antara, Minggu. Senyawa CS ini yang berhubungan dengan reseptor syaraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri, ketika gas air mata terpapar di kulit, terutama pada bagian wajah dan mata. Gas air mata dapat juga menimbulkan rasa gatal pada kulit, panas, dan pengelihatan kabur. Gejala lainnya berhubungan dengan gangguan pernafasan, seperti sulit bernapas, batuk, mual dan muntah. Untuk mencegah dampak itu, yang bisa dilakukan ketika terkena gas air mata adalah menyiram bagian yang terkena dengan air bersih yang mengalir. Air ini dapat menurunkan konsentrasi senyawa CS dalam formulasi. Cara lain, tutup dengan rapat hidung, mata dan mulut bisa dengan menggunakan masker untuk meminimalisasi terhirupnya gas tersebut. Lalu ganti pakaian yang sudah terkontaminasi, jangan sampai terkena atau menyentuh anggota tubuh. Kemudian segera menjauh dari area yang terdampak gas air mata. "Jika masih ada efek akibat gas air mata 20 menit setelahnya atau jika mengalami sesak segera minta pertolongan medis," katanya. Di sisi lain, Dede menilai pengamanan menggunakan gas air mata dalam pertandingan sepakbola merupakan pelanggaran kode etik keamanan FIFA. Melihat kondisi stadion yang sesak dan tidak kondusif, seharusnya pihak berwajib dapat melakukan tindakan pengamanan dengan cara lain. Ia pun berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran sehingga sepak bola di Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya. Bagaimanapun, nyawa harus lebih dipentingkan dari segala-galanya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

geloraco /  🏆 34. in İD

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Article headlineGELORA.CO -Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam...
Read more »

Article headlineGELORA.CO -Mabes Polri pantau pengusutan tragedi Kanjuruhan Arema vs Persebaya. Hal iu dikatakan Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irj...
Read more »

Article headlineGELORA.CO -Ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan Stadion Kanjuruhan Malang. Setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surab...
Read more »

Article headlineGELORA.CO -Korban kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang terus bertambah. Akun Arema Indonesia AremaFC menyebut data terbaru menc...
Read more »

Article headlineGELORA.CO -Sebanyak 127 nyawa melayang akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di ...
Read more »

Article headlineGELORA.CO -Kerusuhan maut pascapertandingan sepakbola Arema FC-Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,...
Read more »



Render Time: 2026-05-12 10:57:49