Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Viral di China
-Kerusuhan maut pascapertandingan sepakbola Arema FC-Persebaya pada Sabtu malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menjadi sorotan sejumlah media di China. CGTN, media penyiaran televisi China berjaringan internasional, pada Minggu pagi menurunkan laporan soal kerusuhan itu.
Hingga Minggu siang, sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi berdarah usai laga tersebut. "Tragedi itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya," kata pembaca berita The World Today, program yang disiarkan CGTN dalam versi bahasa Inggris setiap pagi. CCTV 13, saluran berita terpopuler di China, juga menurunkan laporan utamanya tentang tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam. "Polisi setempat sedang melakukan investigasi atas peristiwa tersebut," kata pembaca berita CCTV 13 dalam versi Mandarin pada Minggu pagi. Tidak ketinggalan, platform pesan video singkat yang populer di China, Kuai Shou, memperlihatkan video-video tentang peristiwa maut di kandang klub sepak bola berjuluk"Singo Edan" itu. Video-video tersebut diunggah oleh beberapa media lokal berbahasa Mandarin, seperti Tianmu Xinwen, Hongxing Xinwen, Xibeiwang Kantai, dan Shichuan Guangcha. "Yinni tiyuchang baoli shijian", tulis Tianmu Xinwun, pada video berita yang diunggah oleh beberapa pengguna akun Kuai Shou. Judul video tersebut dalam bahasa Indonesia berarti"Tragedi Kerusuhan di Stadion Indonesia". T Xinwun, selain itu, memberikan subjudul"127 suporter dan dua polisi tewas" dan"mayoritas korban akibat gas air mata". Media tersebut juga mengutip pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta. Hanya dalam hitungan beberapa jam sejak diunggah di Kuai Shou, video-video tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan langsung viral di China, negara yang memiliki jumlah warganet terbesar di dunia. Kericuhan pada Sabtu malam terjadi usai tuan rumah Arema FC menjamu tamunya, Persebaya. Sebagian dari massa suporter, yang berjuluk Aremania, merangsek masuk ke area lapangan setelah tim pujaannya kalah dari Persebaya dengan skor 2-3. Para pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil Polri, barracuda. Kerusuhan tersebut makin parah, sejumlah flare serta berbagai benda lainnya dilemparkan oleh para oknum suporter ke arah lapangan. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau massa tersebut.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Article headlineGELORA.CO -Laga derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berujung ricuh. Ribuan suporter merangsek ke dalam lapangan Sta...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Mabes Polri pantau pengusutan tragedi Kanjuruhan Arema vs Persebaya. Hal iu dikatakan Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irj...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -AKSI kerusuhan yang melibatkan suporter Arema dengan suporter Persebaya, berujung tragedi yang dikabarkan menewaskan 153 orang m...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Duka cita menyelimuti dunia sepak bola Indonesia, malam tadi lebih dari 100 orang tewas usai laga Arema FC dan Persebaya Surabay...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Sebanyak 127 nyawa melayang akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di ...
Read more »