Kisah Enam Ustad dan Ustazah Kampung Memperjuangkan Toleransi dan Kesetaraan

United States News News

Kisah Enam Ustad dan Ustazah Kampung Memperjuangkan Toleransi dan Kesetaraan
United States Latest News,United States Headlines
  • 📰 temponewsroom
  • ⏱ Reading Time:
  • 99 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 43%
  • Publisher: 63%

Penjaga Api Toleransi

MALAM kedua Idul Adha 2012, para santri Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengubah penampilan mereka. Ada yang menjadi ulama, ada pula yang menjadi pendeta dan rabi Yahudi. Mengambil tempat di halaman Masjid Patok Negoro Mlangi, para santri yang diasuh oleh Irwan Masduqi itu mengikuti lomba teater yang diadakan kelompok pemuda di kawasan tersebut.

Meski ditekan sana-sini, Irwan tak berhenti menyuarakan toleransi. Lulusan Al-Azhar University, Kairo, Mesir, itu menggandeng pemuda dan tokoh agama lain untuk melawan intoleransi. Dia percaya intoleransi tak mungkin diselesaikan oleh dirinya sendiri, tapi juga harus melibatkan orang lain, termasuk mereka yang berbeda kepercayaan.

Pada pertengahan April lalu, awak redaksi majalah ini memulai diskusi untuk mengangkat cerita para ustad dan ustazah yang mengembangkan toleransi dan kesetaraan. Kami meyakini ada banyak guru dan pedakwah di negeri ini yang secara konsisten mengajarkan Islam rahmatan lil’alamin. Sangat mungkin mereka bekerja dalam diam di berbagai pelosok kampung dan jauh dari ingar-bingar pemberitaan.

Kami juga berdiskusi dengan Pera Sopiriyanti, Direktur Rahima, lembaga yang berfokus pada pendidikan dan keislaman untuk kesetaraan dan keadilan gender. Menurut Pera, ada banyak ustazah yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering disepelekan dalam hal keagamaan. “Ulama perempuan bisa memberikan pemahaman bahwa Islam sesungguhnya menempatkan perempuan sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat sebagaimana laki-laki dan sama di hadapan Tuhan,” ujar Pera.

Melalui proses itu, tim liputan khusus mendapatkan enam ustad dan ustazah yang konsisten memperjuangkan toleransi dan kesetaraan. Dari ujung Sumatera, Umi Hanisah menjadi perempuan pertama yang mendirikan dan memimpin pesantren. Menampung anak-anak korban kekerasan seksual dan kekerasan rumah tangga, Hanisah pernah diusir dari pesantren yang dibangunnya.

Di Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Marzuki Wahid juga gencar menyuarakan kesetaraan perempuan. Ia menuai cibiran ketika menyatakan pemaksaan hubungan seksual oleh suami merupakan bentuk pemerkosaan terhadap istri. Sedangkan di Kotawaringin Timur, dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah, Alivermana Wiguna, berjibaku menghalau gerakan radikal di kampusnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

temponewsroom /  🏆 13. in İD

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kisah Bijak Para Sufi: Si Lumpuh dan Si ButaKisah Bijak Para Sufi: Si Lumpuh dan Si ButaKisah ini diandaikan dibaca hanya setelah menerima perintah untuk membacanya atau oleh mereka yang telah mempelajari karya...
Read more »

Kisah Yusuf Mansur yang Kehilangan Sandal di Pesantrennya SendiriKisah Yusuf Mansur yang Kehilangan Sandal di Pesantrennya SendiriPendakwah, Yusuf Mansur menceritakan hal yang menggelikan. Ia kehilangan sandal di pesantren yang dikelolanya sendiri, Daarul Quran. yusufmansur
Read more »

Kisah El Ibnu yang Terserang Stroke, Rindu Manggung Bareng Elkasih hingga Pertanyakan RoyaltiKisah El Ibnu yang Terserang Stroke, Rindu Manggung Bareng Elkasih hingga Pertanyakan RoyaltiSaat ini El Ibnu sulit berbicara sehingga untuk komunikasi dia harus mengetik kalimatnya di ponsel.
Read more »

Sinopsis Her Private Life, Kisah Cinta Penggemar Fanatik IdolSinopsis Her Private Life, Kisah Cinta Penggemar Fanatik IdolSinopsis drama Korea Her Private Life yang diperankan oleh Park Min Young dan Kim Jae Wook, tayang di VIU.
Read more »

Kisah Kuli Bangunan Mukbang Makanan Sederhana, Nasi Plus SambalKisah Kuli Bangunan Mukbang Makanan Sederhana, Nasi Plus SambalSosok Afi Udin viral karena konten mukbang makanan sederhananya. Dikenal sebagai kuli bangunan yang merantau ke Jakarta, sosoknya bikin salut banyak netizen. Begini kisahnya: Mukbang AfiUdin via detikfood
Read more »

Kisah Haru Paskalis, Anak Petani Papua 'Tinggalkan Ibu' untuk S2 di ASKisah Haru Paskalis, Anak Petani Papua 'Tinggalkan Ibu' untuk S2 di ASBertekad mengubah nasib kehidupan keluarganya dan kondisi di tanah kelahirannya, Paskalis Kaipman, anak petani Boven Digoel, Papua, harus tinggalkan ibu dan berjuang meraih pendidikan, hingga kini berhasil kuliah S2 di Amerika. 'Yang penting ada mimpi, tidak boleh ragu dengan segala kekurangan.'
Read more »



Render Time: 2025-02-27 02:24:54