Ponakan Tewas di Kanjuruhan, Ini Penyesalan Ketua Panpel Arema FC Sampai Harus Minta Maaf
Gelora Media- Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Haris menjadi sorotan usai tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Abdul telah ditetapkan sebagai tersangka peristiwa di Stadion Kanjuruhan. Ia dinyatakan sebagai tersangka bersama lima prang lainnya.
Mengenai itu, Abdul Haris pun memberikan berbagai pengakuan sambil menangis mengenai insiden paling kelam dalam sejarah sepak bola di Indonesia tersebut. Abdul Haris mengaku salah satu dari 131 korban meninggal adalah keponakannya sendiri. Ia pun merasa hancur dengan seluruh kejadian tersebut. “Saya sangat bersedih dengan peristiwa ini. Apalagi keponakan saya juga menjadi korban dalam tragedi ini,” kata Abdul Haris. Abdul Haris mengaku ikhlas jadi tersangka dan siap menerima segala konsekuensi hukum. Hal ini diungkapkan oleh pengacaranya. "Saat ini ditetapkan tersangka dan beliau menerima segala konsekuensi yang ditetapkan hukum. Kami selaku pengacara ketua Panpel tetap meminta diusut tuntas tragedi Kanjuruhan Malang," kata pengacaranya. Abdul Haris juga memberikan pengakuan bahwa pintu stadion terbuka saat terjadinya tragedi Kanjuruhan. Hal tersebut ia ungkapkan berdasarkan keterangan dari penjaga pintu stadion. Ia juga meminta agar pihak berwenang melihat rekaman CCTV Stadion jika ingin memastikan pintu terbuka atau tidak. Ia menegaskan sesuai Standard Operating Procedure bahwa pintu stadion harus terbuka 10 menit sebelum pertandingan berakhir. Tak sampai di situ, Ketua Panpel Arema FC itu juga mengaku sudah mengingatkan aparat tentang penggunaan gas air mata. Ia mengimbau agar gas air mata tidak digunakan di Stadion Kanjuruhan. Penggunaan gas air mata sebelumnya pernah terjadi pada 2018. Akibatnya, 1 orang meninggal dunia dan 214 orang lainnya perlu mendapatkan perawatan. Seiring dengan keempat pengakuan itu, Abdul meminta maaf kepada masyarakat atas terjadinya tragedi Kanjuruhan. Ia meminta maaf langsung didampingi dua kuasa hukumnya. "Saya mohon maaf kepada semua saudara-saudara Aremania dan Aremanita. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya," ujar Abdul Haris. Ia sangat menyesal dan merasa gagal. Abdul Haris tidak menyangka peristiwa itu merenggut ratusan nyawa. "Karena tidak bisa menangani tragedi itu. Saya minta maaf kepada seluruh keluarga korban, karena tidak bisa menyelamatkan semuanya," ungkapnya. Abdul Haris sendiri juga sudah mendapat sanksi dari PSSI. Ia dihukum dilarang terlibat dalam segala aktivitas sepak bola seumur hidup.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Article headlineGELORA.CO -Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP, Mardiono, di Jakarta disinyalir membahas ihwa...
Read more »
Tragedi Kanjuruhan: Jawaban Panpel soal Jumlah Tiket dan Pintu TerkunciKetua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris, buka suara terkait beberapa penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan.
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Kegiatan jalan pagi Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Kawasan Monumen Nasional (...
Read more »
Puluhan Ribu Pendekar Silat Banjiri Gelora Bung KarnoPeringatan HUT ke-79 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) digelar di Stadion Madya, GBK, Jakarta, dihadiri puluhan ribu pendekar silat pendekarsilat
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Ketua Panpel Pertandingan Arema FC Abdul Haris menegaskan jika pintu Stadion Kanjuruhan, Malang sudah dibuka saat tragedi maut ...
Read more »