Kompak! Dugaan Pengacara Brigadir J Sejalan dengan yang Disampaikan oleh Ketua Komunitas Civil Society
Kompak! Dugaan Pengacara Brigadir J Sejalan dengan yang Disampaikan oleh Ketua Komunitas Civil Society-Seluruh tersangka, termasuk Ferdy Sambo, hadir dalam tahap pelimpahan tersangka dan barang bukti di Kejagung pada Rabu lalu.
Setelah resmi menjadi tahanan Kejaksaan Agung , Ferdy Sambo mengungkapkan penyesalan kepada publik dan permohonan maaf kepada orang tua Brigadir Yosua Hutabarat. Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut permintaan maaf yang disampaikan oleh suami Putri Candrawathi itu tidak tulus. Sebab, Ferdy Sambo masih saja bersikeras bahwa istrinya Putri Candrawathi tidak bersalah. Artinya, menurut Kamaruddin, berarti masih ada pernyataan Ferdy Sambo yang menyebut Brigadir J sebagai tersangka terhadap istrinya. "Kalau tulus minta maaf itu hal yang positif tetapi kalau tidak tulus ya kita tunggu prosesnya. Dari pernyataan dia itu belum tulus karena masih mengatakan istrinya korban. Padahal istrinya pelaku," ucap Kamaruddin saat dihubungi awak media, Kamis . Kamaruddin menilai seharusnya Ferdy Sambo meminta maaf dengan tak menyebutkan bahwa istrinya tidak bersalah. Padahal seperti diketahui Putri Candrawathi juga ditetapkan sebagai tersangka."Kalau benar benar minta maaf jangan bilang istrinya korban karena istrinya itu telah melakoni skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo yaitu dari rumah Saguling ke rumah Duren Tiga memakai celana legging. Disana pura-pura ganti baju dengan memakai baju seksi atau baju piyama yang kelihatan pahanya. Itu kan bagian skenario yang mereka bangun," pungkas Kamaruddin. Menanggapi penyesalan dan permohonan maaf suami Putri Candrawathi tersebut, Ketua Komunitas Civil Society Irma Hutabarat juga menduga itu tidak tulus dan hanya sebagai alasan. Ia mengatakan, ucapan maaf Ferdy Sambo yang menyebut istrinya, Putri Candrawathi tidak terlibat bahkan menjadi korban itu hanya untuk mencari simpati. "Tidak ada gunanya dan hanya untuk mencari simpati atau justifikasi," ujar Irma Hutabarat seusai dihubungi, Kamis . Irma menjelaskan bentuk permintaan maaf Ferdy Sambo terkesan tidak tulus, karena diucapkan jelang persidangan. Menurutnya, jika mengakui kesalahannya membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo bisa menyatakan maaf sejak awal."Kalau tulus meminta maaf, harusnya sudah disampaikan sejak awal. Sebab, Yosua meninggal di rumah dinasnya," kata dia. Selain itu, Irma Hutabarat yang terus mendampingi keluarga Brigadir J menyampaikan hanya ingin menjalani proses hukum hingga akhir. Menurut Irma, keluarga Brigadir J tidak lagi ingin mendengar apapun dari Ferdy Sambo."Ikuti proses hukum, minta maaf untuk apa? Sudah telat banget, Kalau mau dimaafkan atau tidak, menunggu sampai proses hukumnya," imbuhnya
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Article headlineGELORA.CO -Koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Gerindra akan mendeklarasikan capres-cawapres dalam waktu dekat ini. Ketua...
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan enam orang tersangka dalam tragedi Kanjuruhan. Mereka terdiri atas tiga ...
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Aktor Rizky Billar mendapat cibiran keras dari netizen di dunia maya usai diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ...
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diundang Habib Rizieq Syihab dalam pernikahan putrinya Mumtaz Syihab di Petamburan, Jakarta...
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Beredar video lawas Ferdy Sambo, selaku tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, dengan penampilan rapi...
Read more »
Puluhan Ribu Pendekar Silat Banjiri Gelora Bung KarnoPeringatan HUT ke-79 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) digelar di Stadion Madya, GBK, Jakarta, dihadiri puluhan ribu pendekar silat pendekarsilat
Read more »