Warga Yazidi Kisahkan Kekejaman ISIS Selama Kuasai Irak |Republika Online

United States News News

Warga Yazidi Kisahkan Kekejaman ISIS Selama Kuasai Irak |Republika Online
United States Latest News,United States Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 63%

ISIS di Irak melakukan kekejaman dan kebiadaban terhadap Yazidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komunitas Yazidi di Kota Mount Gambier, Australia Selatan, akan berkumpul har ini, Senin untuk memperingati hari serangan militer Negara Islam Irak dan Suriah yang menewaskan ribuan kaum mereka di Irak utara. Kendati sudah enam tahun berlalu, kekejaman ISIS masih melekat di benak mereka. Baca Juga Selama berabad-abad, komunitas Yazidi adalah minoritas tanpa kewarganegaraan yang selalu dianiaya di Irak utara.

Ahmed Murad, salah satu penyintas yang tiba di Mount Gambier awal tahun ini, mengatakan, dirinya ingin dunia dan Australia memahami trauma yang dialami kaumnya."Mereka menculik saudara perempuanku, mereka mengguncang kotaku yang terluka, dan menghancurkan hati setiap ibu dan ayah," kata Murad kepada Abc.net, Ahad .

Termasuk Murad karena saudara perempuannya masih ditahan ISIS dan digunakan sebagai budak seks. Sebagian lain terlantar di kamp-kamp pengungsi. Meski telah merasakan penderitaan yang begitu dalam dan menghadapi pembantaian yang tak pernah terbayangkan, kata Murad, tapi dunia tampak belum bertindak serius. Murad mengatakan, serangan militer ISIS 3 Agustus 2014 itu terjadi pukul 02.00 dini hari. Ia bersama ribuan kaumnya diculik dengan kepala ditutupi kain hitam.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Pengalaman Mengerikan 2.000 Anak Mantan Tahanan ISIS |Republika OnlinePengalaman Mengerikan 2.000 Anak Mantan Tahanan ISIS |Republika OnlineAnak-anak Yezidi korban kekerasan ISIS mengalami trauma berat.
Read more »

ISIS Serang Penjara di Afghanistan |Republika OnlineISIS Serang Penjara di Afghanistan |Republika OnlineSerangan ISIS di penjara Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang
Read more »

Covid-19 Dijadikan Alasan Pemerintah Australia Tidak Tarik Pulang Pengantin ISIS dan Anak-anak MerekaCovid-19 Dijadikan Alasan Pemerintah Australia Tidak Tarik Pulang Pengantin ISIS dan Anak-anak Mereka'Sekarang, gerakan di Suriah dan kawasannya lebih kompleks dari sebelumnya, dan kami melihat negara bagian serta teritori kami sangat longgar, atas beberapa kasus, karena dampak infeksi Covid-19,' kata Payne | Global
Read more »

Eropa Blokir|em| Telegram|/em| ISIS, Lari ke Media Sosial Apa Lagi? |Republika OnlineEropa Blokir|em| Telegram|/em| ISIS, Lari ke Media Sosial Apa Lagi? |Republika OnlineISIS menggunakan platform media apapun untuk tarik simpatisan baru.
Read more »

Alasan Ada |em|Takbiran|/em| Usai Sholat 5 Waktu Selama Tasyriq |Republika OnlineAlasan Ada |em|Takbiran|/em| Usai Sholat 5 Waktu Selama Tasyriq |Republika OnlineTakbiran usai sholat 5 waktu selama tasyriq adalah syariat agama.
Read more »

Mahasiswa Informatika UII Tetap Kreatif Selama Pandemi |Republika OnlineMahasiswa Informatika UII Tetap Kreatif Selama Pandemi |Republika OnlineInformaticx Expo tahun ini tetap digelar meski secara virtual
Read more »



Render Time: 2025-02-26 13:03:46