Tito: Jangan Pilih Kepala Daerah yang Tak Becus Atasi Covid-19. Pandemi Covid-19 dapat menjadi tolak ukur masyarakat dalam memilih kepala daerah khususnya petahana.
EFEKIVITAS dalam menangani pandemi Covid-19 dapat menjadi tolak ukur masyarakat dalam memilih kepala daerah khususnya petahana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpendapat, kepala daerah yang tidak efektif dalam menangani Covid-19 sebaiknya tidak dipilih lagi.
"Kepala daerahnya tidak efektif menangani Covid-19, ya jangan dipilih lagi. Karena rakyat membutuhkan kepala daerah yang efektif bisa menangani persoalan Covid-19 di daerah masing-masing berikut dampak sosial ekonominya," ujar Tito dalam konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin .
Hal yang sama, terang Tito, juga terjadi di Korea dan Amerika Serikat yang menggelar pemilihan umum bahwa isu Covid-19 turut menjadi perhatian.Selain itu, ia berharap di tengah pandemi yang terjadi, akan lebih banyak kepala daerah maupun calon yang hadir menawarkan inovasi-inovasi sehingga, masyarakat sebagai pemilih akan memiliki perbandingan calon mana yang berkualitas.
Pertaruhan antara calon kepala daerah dan petahana, terang Tito, dalam penanganan Covid-19 akan berdampak pada kontestasi pilkada nantinya. Kepala daerah yang menjabat saat ini, imbuhnya, berusaha menunjukkan prestasi mereka dalam menekan kasus Covid-19 termasuk dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan setidaknya hingga Desember 2020 saat pilkada digelar.
"Kepala daerah akan sangat bersungguh-sungguh, apalagi yang akan running lagi. Kenapa? Kalau daerahnya merah, apalagi ada korban meninggal dunia itu akan menjadi amunisi bagi kontestan lain yang nonpetahana," terangnya Tito.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kasus Covid-19 di Sumsel Naik 700 Orang dalam 19 Hari |Republika OnlineSumsel mencatat total kasus Covid-19 mencapai 1.721 orang.
Read more »
Jangan Lengah Kasus Baru Covid-19 Masih Tinggi |Republika OnlineTotal akumulasi kasus baru positif Covid-19 saat ini adalah 45.029 orang.
Read more »
Trump Minta Pengujian Covid-19 Jangan Terlalu Cepat |Republika OnlineTrump minta perlambat tes Covid-19 untuk hindari statistik wabah yang terlihat buruk
Read more »
Jangan biarkan pasar jadi sarang virus corona baru penyebab COVID-19Sejumlah pasar baik pasar modern maupun pasar tradisional menjadi perhatian publik karena telah ditemukan adanya kasus positif terjangkit virus corona baru ...
Read more »
Yurianto Minta Penanganan Covid-19 Jangan Dibanding-BandingkanSeringkali, imbuhnya, pengalaman suatu negara yang dinilai berhasil menangani covid-19 kemudian dianggap sebagai jalan keluar yang paling benar.
Read more »
Dianggap Mampu Kendalikan Covid-19, Gubernur Lampung Dapat Pujian dari AirlanggaProvinsi Lampung mendapat peringkat ke-2 nasional dalam Lomba Tangani Covid-19.
Read more »