Hasil penulusuran Gugus Tugas bukan berasal dari kawasan industri.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengatakan kasus penyebaran Covid-19 yang terjadi di pabrik Unilever Cikarang, Kabupaten Bekasi, bukan berasal dari kawasan industri tersebut. Melainkan berasal dari tempat kos karyawan. Baca Juga "Terkait Unilever, memang hasil telusur dari Gugus Tugas bukan berasal dari kawasan industri tapi saat karyawannya di tempat kos.
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menginstruksikan para pelaku industri untuk melakukan pengetesan terhadap 10 persen dari total jumlah karyawan. Ini sebagai langkah antisipasi penyebaran atau penularan Covid-19 terkait kasus Covid-19 di pabrik Unilever Kabupaten Bekasi.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Daftar Sebaran 61 Kabupaten/Kota Tidak Terdampak COVID-19Berikut 61 kabupaten/kota yang tidak terdampak COVID-19.
Read more »
Karyawan Positif Covid-19 Operasional Pabrik Sawit DisetopTemuan karyawan Cargill yang dinyatakan positif covid-19 maka kegiatan operasional pabrik PT Hindoli di Sungai Lilin, Sumatra Selatan pun dihentikan sementara.
Read more »
9 Karyawan Terpapar COVID-19, Pabrik Kayu di Probolinggo DitutupDelapan karyawan pabrik pengolahan kayu PT Kutai Timber Indonesia (KTI) terpapar COVID-19 dan 1 meninggal dunia. Imbasnya, pabrik kayu di Pelabuhan Tanjung Tembaga Proboinggo itu ditutup sementara. VirusCorona Probolinggo
Read more »
9 Karyawan Pabrik Pengolahan Kayu di Probolinggo Positif COVID-19, 1 MeninggalDelapan karyawan PT Kutai Timber Indonesia (KTI) positif COVID-19. Bahkan seorang karyawan lainnya meninggal kena Corona. Probolinggo VirusCorona
Read more »
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja DirumahkanSebuah pabrik pengolahan kayu, PT Kutai Timber Indonesia (PT KTI) di Kota Probolinggo, Jatim, ditutup setelah sembilan pegawainya positif Covid-19.
Read more »