IMF menyebut ekonomi global akan menyusut 4,9 persen pada tahun.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dana Moneter Internasional memprediksi ekonomi global akan mengalami resesi yang sangat dalam pada 2020. Proyeksi tersebut mendorong Wall Street jatuh ke teritori negatif pada perdagangan Rabu malam. Baca Juga Dalam World Economic Outlook terbaru, Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan April lalu yang diperkirakan ekonomi global hanya terkoreksi 3 persen.
Mengekor Wall Street, bursa saham Asia turut melemah signifikan. Selain proyeksi resesi global, memerahnya bursa saham Asia dipicu oleh penambahan kasus baru Covid-19 disejumlah negara.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global, Saham di Asia Pasifik TergelincirSaham-saham di Asia Pasifik tergelincir dalam perdagangan Kamis pagi.
Read more »
Covid-19 Mengganas, IMF Pangkas Ekonomi Global Jadi Minus 4,9%IMF juga menurunkan proyeksi PDB atau pertumbuhan ekonomi tahun 2021 menjadi 5,4 persen dari perkiraan sebelumnya 5,8 persen yang dibuat pada April.
Read more »
Wall Street Naik Didorong Sektor Teknologi |Republika OnlineInvestor Wall Street fokus pada potensi lebih banyak langkah stimulus pemerintah.
Read more »
Wall Street Menguat, Nasdaq Capai Rekor |Republika OnlineSaham perusahaan teknologi mendorong Nasdaq mencapai rekor penutupan tertinggi.
Read more »
Emiten Wall Street Potong Bonus dan Kurangi Jumlah Karyawan |Republika OnlineEmiten tidak membutuhkan banyak orang karena telah dibantu teknologi.
Read more »
Mengingat |em|Black Wall Street|/em| dan Kesenjangan Ekonomi Antarras |Republika OnlineAngka pengangguran warga kulit hitam hampir dua kali lipat warga kulit putih.
Read more »