Sekjen PBB menghapus koalisi militer pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menghapus koalisi militer pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam PBB. Keputusan ini beberapa tahun setelah nama disematkan karena membunuh dan melukai anak-anak di Yaman.
Tapi, Guterres menambahkan bahwa koalisi akan dikenai pemantauan selama satu tahun. Setiap kegagalan untuk mengurangi lebih lanjut korban anak-anak akan menyebabkannya koalisi itu masuk kembali dalam daftar hitam tahun depan. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah secara resmi masuk daftar hitam selama tiga tahun terakhir. Penambahan ke daftar hitam pada 2016 dan kemudian penghapusan koalisi dari daftar itu ditunda oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Arab Saudi Luncurkan Aplikasi Lacak Kasus Covid-19 |Republika OnlineAplikasi memberi tahu orang-orang di keramaian dari individu positif Covid-19.
Read more »
Beredar Kabar Arab Saudi Beri Jatah Kuota Haji 20 Persen, KJRI Jeddah Bilang BeginiKonsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menanggapi kabar yang beredar mengenai jatah kuota haji 20 persen dari Arab Saudi Kuotahaji2020
Read more »
Kedubes Yaman dan Filipina di Arab Saudi Ditutup |Republika OnlinePenutupan dilakukan setelah banyak staf kedutaan yang positif Corona.
Read more »
KJRI: Arab Saudi Masih Belum Ambil Keputusan Haji 2020 |Republika OnlineKabar pembatasan kuota jamaah hingga 20 persen tersebut tidak benar.
Read more »
Arab Saudi Minta Warga Taat Protokol Kesehatan |Republika OnlineKasus harian Covid-19 Arab Saudi melebihi 4.000 untuk pertama kalinya.
Read more »
Arab Saudi Mulai Proyek Konstruksi Situs Sejarah Terbesar |Republika OnlineArab Saudi berencana mengubah Kota Tua menjadi destinasi budaya bersejarah.
Read more »