PBB mendesak Israel untuk membatalkan rencananya aneksasi Tepi Barat yang diduduki
Hal tersebut tertuang dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB yang muncul menjelang pertemuan tentang konflik Israel-Palestina yang ditetapkan pada Rabu.
Jika rencana tersebut dilakukan, lanjutnya, itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional. "Jika diterapkan, itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," ucap Guterres. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya bisa memulai proses aneksasi mulai 1 Juli. Rencananya adalah mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat serta Lembah Yordan yang strategis. Rencana Israel itu telah ditolak seluruhnya oleh Palestina. Pertemuan Dewan Keamanan PBB yang akan diadakan melalui konferensi video itu akan menjadi pertemuan internasional besar terakhir tentang masalah tersebut sebelum batas waktu 1 Juli.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
DK PBB akan Gelar Pertemuan Bahas Pencaplokan Tepi Barat |Republika OnlinePertemuan DK PBB akan menjadi upaya merancang resolusi bagi Palestina-Israel.
Read more »
Para Pejabat AS Bahas Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat |Republika OnlineTrump diyakini juga akan bergabung bahas pencaplokan Tepi Barat.
Read more »
Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian PBB Gugur di KongoTentara asal Indonesia yang ditugaskan dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo gugur dalam serangan milisi pada Senin waktu setempat. Sedangkan satu orang tentara lagi dilaporkan terluka. TNI PBB
Read more »
Pemkab Bogor Siapkan Diskon PBB P2 Saat Pandemi COVID-19Selain pemberian diskon PBB P2, pihaknya juga akan memperpanjang program penghapusan denda PBB P2 pada periode yang bersamaan
Read more »
Pemkab Bogor Siapkan Diskon PBB-P2 Saat Pandemi Covid-19 |Republika OnlineObjek pajak dari PBB-P2 adalah bumi dan bangunan yang ada di perkotaan dan perdesaan.
Read more »