Keputusan BI menurunkan suku bunga berdampak positif bagi bisnis properti
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–-Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Paulus Totok Lusida mengatakan pandemi memang berdampak kepada sektor properti namum masih terdapat peluang besar. “Properti memang turun, tapi tidak semua turun. Untuk harga yang Rp 1 miliar ke bawah masih bisa,” kata Totok dalam konferensi video Property Weekend Expo , Selasa . Totok menuturkan, dibandingkan berinvestasi emas, maka properti masih jauh lebih menguntungkan khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19.
Totok mengatakan antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah masih tinggi meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Terutama untuk rumah kelas menengah dan kelas subsidi di ibukota maupun daerah. Saat ini, BI sudah menurunkan suku bunga 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen pada Juli 2020. Totok menilai keputusan BI tersebut berdampak positif untuk sektor properti karena masyarakat berkesempatan dapat membeli rumah dengan suku bunga yang lebih rendah.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Madrid Tegaskan Spanyol Aman Meski Ada Lonjakan Kasus Covid-19Selain telah menewaskan lebih dari 28 ribu orang, covid-19 telah memukul industri pariwisata Spanyol yang biasanya mendatangkan 12% GDP negara itu.
Read more »
Tak Muncul Embun Es Meski Suhu di Dieng Dingin Hari Ini, Mengapa?Embun es di dataran tinggi Dieng muncul selama tiga hari pada akhir pekan lalu. Meski suhu masih dingin, tapi embun di Dieng tidak membeku hari ini.
Read more »
LPEI Beroperasi Terbatas Meski Kantor Tutup Karena Karyawan Positif Covid-19LPEI tetap beroperasi secara terbatas meski kantor pusatnya terkena lockdown.
Read more »
Kucing Gli yang Terkenal Tetap Tinggal di Hagia Sophia Meski Sudah Menjadi Masjid - Tribun TravelKucing Gli yang Terkenal Tetap Tinggal di Hagia Sophia Meski Sudah Menjadi Masjid via TribunTravel
Read more »