Dari 62 keluarga pemilik kebun dan sawah, hanya tujuh keluarga yang menolak menjual lahan mereka.
Ruteng, Beritasatu.com
Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun pabrik semen mencapai 130 hektare, terdiri dari 124 hektare kebun yang dimiliki 45 keluarga dan 6 hektare sawah yang dimiliki 17 keluarga petani. Dari jumlah tersebut, hanya dua pemilik kebun dan lima pemilik sawah yang menolak menjual lahannya. “Dari lahan yang ada di kampung ini, milik saya paling banyak. Namun, bercocok tanam di daerah bebatuan kapur ini tidak menjanjikan. Akhirnya saya membiarkan lahan itu telantar,” katanya.
“Kami tidak bodoh. Kami sudah menghitung untung dan rugi dari keputusan kami. Kalau lima keluarga itu enggan menjual sawahnya ke pabrik semen, itu hak mereka,” ujarnya.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kejakgung Selesaikan Sengketa Lahan Pabrik di Lampung |Republika OnlineSengketa lahan pembanguan pabrik di Lampung diselesaikan Kejakgung.
Read more »
Gelora Wakaf Bangun Pesantren Husnul Khatimah Bagi Lansia |Republika OnlineDibutuhkan dana Rp 7 milyar, guna pembebasan lahan dan pembangunan gedung
Read more »
Tenaga Kerja Tiongkok di Batam Positif Covid-19TKA itu adalah pekerja di pabrik plastik di Kawasan Industri Kabil dan sudah tinggal di lokasi tersebut sejak awal Februari 2020.
Read more »
Dukung Ktahanan Pangan,BRI Hadir di Tengah Petani Jeruk di MalangKunjungan Supari tersebut merupakan dukungan BRI terhadap ketahanan pangan nasional di Indonesia.
Read more »
Pembangunan Pesantren Pertama di AS Terus Berlanjut |Republika OnlineImam Shamsi Ali optimistis dengan pembangunan pesantren di AS.
Read more »
Taruna Response, Pola Siskamling Berbasis Partisipasi Warga |Republika OnlineEmbrio pengamanan komplek yang profesional di wilayah Bandung timur.
Read more »