Pelaku mengaku pejabat China lalu memeras para mahasiswa atau keluarganya.
REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Polisi Australia memperingatkan otoritas China terkait ada lonjakan"penculikan virtual". Targetnya, menyasar mahasiswa di negara tersebut. Baca Juga "Kami telah memiliki serentetan kasus dalam beberapa bulan terakhir, di mana hampir setiap akhir pekan kami memiliki korban untuk salah satu penipuan ini," Direktur Komando Kejahatan negara bagian New South Wales, Darren Benett.
"Jika Anda mendapatkan panggilan ini, tutup teleponnya, telepon polisi dan universitas Anda, jangan membayar tebusannya," kata Benett. Beberapa pelaku memberi tahu korban agar tidak melakukan kontak dengan keluarga dan teman-temannya. Pelaku meminta korban menyewa kamar hotel dan mengambil gambar atau rekaman video diri mereka sendiri dalam keadaan terikat serta mata yang tertutup.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Babak Baru 'Perang' AS-China, Jadi Sentimen Saham Pekan DepanMemanasnya konflik antara Amerika Serikat dengan China dari saling serang penutupan konsulat, hingga potensi terjadinya...
Read more »
Cara Aman Pakai TikTok yang Disebut Jadi Mata-mata ChinaPakar memberikan rekomendasi cara aman memakai TikTok yang disebut sebagai aplikasi mata-mata pemerintah China.
Read more »
Peneliti China Desak Trump Minta Maaf Atas Klaim Corona dari Lab WuhanSeorang ilmuwan terkemuka di Wuhan mendesak permintaan maaf dari Presiden AS Trump. Ia juga mengecam pernyataan rasis mengenai Corona berasal dari lab Wuhan. DonaldTrump China via detikHealth
Read more »