Human Rights Watch menyerukan agar Dewan HAM PBB melangsungkan penyelidikan independen terhadap perang antinarkoba yang dilakukan pemerintah Filipina. Organisasi HAM yang berbasis di New York itu seca
ra spesifik menyoroti bahwa perang yang telah menewaskan ribuan orang itu menimbulkan dampak berbahaya terhadap anak-anak.
Laporan sepanjang 48 halaman itu didasarkan pada 50 wawancara dan evaluasi dampak yang ditimbulkan dari sekitar 20 pembunuhan yang terjadi selama perang antinarkoba digelar Presiden Rodrigo Duterte.Menurut HRW, sejumlah anak terpaksa berhenti sekolah, bekerja dan bahkan hidup di jalanan karena pemerintah tidak menawarkan program untuk menyokong anak-anak yang orang tua mereka tewas dalam operasi itu.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
PBB Usulkan New Normal Sekaligus Membuka Tempat IbadahPemerintah akan segera menerapkan kebijakan baru New Normal.
Read more »
PBB: Korut dan Korsel Langgar Perjanjian Gencatan Senjata di DMZKorea Utara dan Korea Selatan sama-sama bersalah sewaktu mereka baku tembak awal bulan ini di perbatasan mereka yang dijaga ketat, demikian hasil penyelidikan Komando PBB. Sebuah laporan yang diterb
Read more »
PBB Sebut Korsel dan Korut Langgar Gencatan SenjataPBB menyatakan baku tembak yang terjadi antara pasukan Korea Selatan dan Korea Utara pada 3 Mei lalu sebagai sebuah pelanggaran.
Read more »
PBB adakan pertemuan terkait bantuan negara berkembang terdampak COVIDPara pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana bertemu dengan belasan pemimpin dunia pada hari Kamis (28/5) untuk membahas dukungan keuangan bagi ...
Read more »
PBB Akan Bahas Bantuan Keuangan Untuk Negara Miskin Terdampak CovMohammed mengatakan bahwa tawaran oleh G20 dan kreditor Klub Paris untuk menunda pembayaran utang bilateral resmi untuk negara-negara termiskin hingga akhir 2020 adalah awal yang kritis
Read more »
PBB Adakan Pertemuan Terkait Bantuan Negara Berkembang |Republika OnlineAnggaran yang diperlukan negara berkembang untuk hadapi krisis diprediksi meningkat.
Read more »