Belasan wali murid yang tergabung dalam persatuan orangtua peduli pendidikan anak mendatangi kantor DPRD Jember terkait PPDB zonasi.
Para wali murid menemukan banyak kejanggalan dari sistem zonasi, yakni dugaan pemalsuan Surat Keterangan Domisili .Sedangkan anak yang jaraknya jauh dari sekolah, malah lolos karena menggunakan SKD palsu.
“Kalau tidak ada kecurangan mungkin saya terima,” kata Dwi Riska, salah satu wali murid dalam rapat dengar pendapat dengan komisi D DPRD Jember.Dia mencontohkan, anak yang berasal dari Kecamatan Wuluhan dan Jenggawah, bisa masuk di SMAN 1 dan SMAN 2.Sementara, anak Dwi tidak lolos di SMAN 2, padahal jaraknya sekitar 1,6 kilometer. Anak Dwi malah lolos di SMAN 5 yang jaraknya lebih jauh.
“Sampai anak saya stres, sampai sekarang tidak mau masuk SMAN 5. Saya dibikin pusing, kadang tertawa sendiri, tidak mau makan. Bagaimana seorang ibu melihat anaknya seperti itu,” jelas Dwi lalu menangis.“Akibatnya muncul anak salingDia menduga praktik pemalsuan SKD sudah terjadi dan menciderai dunia pendidikan.
Anak sudah diajarkan sikap tidak jujur untuk masuk ke sekolah. Padahal, kejujuran merupakan hukum tertinggi dalam dunia pendidikan.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bima Arya: Pengelola Hati-hati Siapkan Pembukaan KRB |Republika OnlinePengelola KRB sudah menjelaskan konsep protokol kesehatan untuk persiapan pembukaan.
Read more »
Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang DiboncengDi Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terdapat ojek khusus untuk ibu hamil. Ojek yang diberi nama Jekmil ini khusus melayani ibu hamil.
Read more »
Langkah Tak Seiring Dua Ibu Dalam Kendalikan Pandemi Covid-19Angka penularan virus corona di Jawa Timur masih tertinggi di Indonesia. Upaya meredam penularan Covid-19 dibumbui panggung...
Read more »
MotoGP: KTM Tak Sakit Hati jika Pol Espargaro Pilih Pindah ke HondaDirektur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengaku pihaknya sama sekali tak merasa sakit hati ditinggalkan Pol Espargaro pada MotoGP 2021.
Read more »
Pembakar Mobil Via Vallen Sakit Hati tak Bisa Bertemu |Republika OnlinePelaku sudah berusaha bertemu dengan penyanyi Via Vallen, namun selalu gagal
Read more »
Fans Pembakar Mobil Via Vallen Sakit Hati Tak Bisa Bertemu, Disebut Kotor dan LusuhV (41), tersangka kasus pembakaran mobil Via Vallen, datang ke Sidoarjo dari Cikarang untuk menemui pedangdut tersebut.
Read more »