DPR RI: Perbaiki Sistem Pencatatan Listrik Konvensional | Republika Online

United States News News

DPR RI: Perbaiki Sistem Pencatatan Listrik Konvensional | Republika Online
United States Latest News,United States Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 72 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 32%
  • Publisher: 63%

PT PLN sedang menyiapkan peta jalan penggunaan teknologi dalam pencatatan listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra Moreno Soeprapto merespon pernyataan Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini yang mengatakan salah satu penyebab terjadinya lonjakan tagihan listrik pada Juni lantaran petugas pencatatan listrik tidak datang ke rumah pelanggan pada bulan April dan Mei. Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 dan adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah.

Moreno menyarankan agar ke depan PLN memikirkan sebuah sistem yang lebih praktis sehingga petugas pencatatan listrik tidak perlu datang ke rumah untuk mencatat. Selain itu dirinya meminta agar PLN memperbaiki komunikasi masyarakat. Hal senada juga disampaikan anggota Komisi VII DPR Fraksi Golkar Rudy Mas'ud menilai sosialisai yang dilakukan PLN ke masyarakat masih sangat kurang."Ini menunjukan tata tertib dan keterbukaan di PLN masih sangat kurang," ujar Rudy.

Sebelumnya PT PLN sedang menyiapkan peta jalan untuk penggunaan teknologi dalam pencatatan konsumsi listrik pelanggan. Hal ini seiring dengan maraknya berbagai komplain dari masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik. Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, mengatakan pergantian ini ditujukan bagi Kwh meter konvensional dengan pencatatan secara manual. Pasalnya, pengukuran pencatatan listrik perlu mengadopsi teknologi secara real time.

Meski begitu, perusahaan setrum pelat merah tersebut setidaknya memerlukan waktu hingga tujuh tahun guna mengganti seluruh kwh meter konvensional bagi 79 juta pelanggan."Perlu waktu tujuh tahun untuk seluruh pelanggan sebanyak 79 juta, dengan smart meter maka pelanggan akan lebih mudah untuk misalnya token isi ulang," ujar dia dalam Rapat Koordinasi Perlindungan Konsumen Sektor Listrik dan Gas Rumah Tangga, Senin lalu.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Timwas DPR Minta Kemensos Terus Perbaiki Data BansosTimwas DPR Minta Kemensos Terus Perbaiki Data Bansos
Read more »

Timwas DPR Minta Kemensos Terus Perbaiki Data BansosTimwas DPR Minta Kemensos Terus Perbaiki Data BansosKetua Timwas DPR RI itu di hadapan awak media menyatakan Kemensos bersama jajaran Pemerintah Daerah harus terus menerus melakukan perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos).
Read more »

DPR RI: Perlu kemudahan Bagi UMKM Peroleh Sertifikat Halal | Republika OnlineDPR RI: Perlu kemudahan Bagi UMKM Peroleh Sertifikat Halal | Republika OnlineOrmas Islam bisa berperan membantu sertifikasi halal untuk UMKM
Read more »

Alustita Berguguran, Komisi I DPR RI Desak Peremajaan | Republika OnlineAlustita Berguguran, Komisi I DPR RI Desak Peremajaan | Republika OnlinePerlu dibuat standar baru yang lebih tinggi terkait kelayakan terbang alutsista
Read more »

Rapat Paripurna Usai Reses Hanya Dihadiri 309 Anggota DPR RIRapat Paripurna Usai Reses Hanya Dihadiri 309 Anggota DPR RISebanyak 309 anggota DPR RI yang hadir terdiri dari 227 virtual, dan 82 hadir fisik di ruang rapat paripurna. rapatparipurna
Read more »

Jangan Kaget jika Ada Nama Nikita Mirzani di Daftar Caleg DPR RIJangan Kaget jika Ada Nama Nikita Mirzani di Daftar Caleg DPR RINikita Mirzani memutuskan akan terjun ke dunia politik, dengan menjadi caleg DPR RI pada Pemilu 2024, lewat partai apa? NikitaMirzani
Read more »



Render Time: 2025-02-28 19:41:33