Demo Tolak Kedatangan TKA China Kembali Terjadi di Sultra |Republika Online

United States News News

Demo Tolak Kedatangan TKA China Kembali Terjadi di Sultra |Republika Online
United States Latest News,United States Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 64 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 29%
  • Publisher: 63%

Demo menolak kedatangan TKA asal China kembali terjadi di Sulawesi Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Aksi demonstrasi menolak kedatangan tenaga kerja asing asal China, kembali digelar di simpang empat Bandara Haluoleo Kendari, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara . Massa pendemo melakukan sweeping setiap kendaraan roda empat yang keluar dari bandara ini. Baca Juga Sweeping tersebut untuk memeriksa setiap kendaraan apakah memuat para TKA asal Tiongkok atau tidak.

Demonstrasi penolakan TKA China ini berlangsung sejak siang hari sekitar pukul 13.40 WITA, dan berlanjut hingga malam hari. Demo penolakan ratusan TKA ini sempat memanas. Ratusan pengunjuk rasa mencoba masuk ke Bandara Haluoleo Kendari, namun dihalau oleh pihak kepolisian. Aksi dorong antara mahasiswa dan pihak kepolisian pun terjadi. Namun tidak terjadi bentrok ataupun ricuh.

Pengamanan terlihat oleh pihak kepolisian telah menyiapkan satu unit mobil water cannon dan barikade kemanan dengan menggunakan tameng dan gas air mata."Ini jalan kami, dibuat dari uang rakyat, jangan ada pergesekan. Tujuan kita bukan bergesek-gesekan dengan kepolisian. Dengan hormat berikan kami jalan," ujar seorang orator saat berorasi di atas pengeras suara.

Hingga berita ini dinaikkan pada pukul 20.32 WITA, aksi unjuk rasa penolakan TKA itu masih terus berlangsung. Para orator terus bergantian melakukan orasi. Selain itu, massa aksi juga terus melakukan razia pada setiap kendaraan roda empat yang keluar dari bandara. Sebanyak 105 orang TKA China gelombang kedua dikabarkan akan tiba hari ini di Bandara Haluoleo Kendari.

sumber : AntaraBACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Demo Tolak TKA China Gelombang 2 Ricuh, Massa Bentrok dengan PolisiDemo Tolak TKA China Gelombang 2 Ricuh, Massa Bentrok dengan PolisiUnjuk rasa menolak kedatangan tenaga kerja asing (TKA) China gelombang ke dua di simpang 3 Bandara Haluoleo, Kendari ricuh...
Read more »

Demo Tolak TKA China, Massa Razia Mobil di Bandara HaluoleoDemo Tolak TKA China, Massa Razia Mobil di Bandara HaluoleoMassa demonstran penolak TKA China merazia setiap kendaraan yang keluar dari Bandara Haluoleo untuk memastikan tak ada pekerja asing yang masuk wilayahnya.
Read more »

Tolak TKA China, Mahasiswa Blokade Jalan Bandara HaluoleoTolak TKA China, Mahasiswa Blokade Jalan Bandara HaluoleoRatusan mahasiswa memblokade jalan menuju Bandara Haluoleo sebagai protes atas kedatangan TKA China gelombang kedua yang dijadwalkan tiba hari ini.
Read more »

TKA China Gelombang Kedua Dijadwalkan Tiba di Kendari EsokTKA China Gelombang Kedua Dijadwalkan Tiba di Kendari EsokPT VDNI yang mempekerjakan TKA China di Sulawesi Tenggara membenarkan akan ada kedatangan TKA China gelombang kedua, esok, di Kendari.
Read more »

Seribu Aparat Jaga Kedatangan TKA China, Halau Wartawan LiputSeribu Aparat Jaga Kedatangan TKA China, Halau Wartawan LiputPuluhan mobil diduga untuk mengangkut TKA China di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Wartawan dilarang masuk bandara oleh aparat.
Read more »

Eksploitasi Anak, Korlap Demo RUU HIP, FPI, dan GNPF-MUI Dilaporkan ke KPAIEksploitasi Anak, Korlap Demo RUU HIP, FPI, dan GNPF-MUI Dilaporkan ke KPAIDemonstrasi RUU HIP yang dilakukan Rabu 24 Juni 2020 ditenggarai telah mengeksploitasi anak sehingga melanggar UU Perlindungan Anak.
Read more »



Render Time: 2025-02-27 01:18:16