Impor pangan kelak tidak akan mudah.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pandemi Covid-19 mengancam ketahanan ekonomi pedesaan di Jawa Barat . Badan Usaha Milik Desa dituntut inovatif melihat peluang usaha yang muncul terutama di sektor pangan.
"Kami mendorong BUMDes untuk menyediakan sembako. Terutama saat Bantuan Langsung Tunai berbasis Dana Desa cair. Jadi, masyarakat bisa membeli di BUMDes," ujar Firman, Kamis . Karena ke depan impor pangan akan menjadi tidak mudah seperti dulu."Karena itu, dari sekarang harus mengantisipasi kebutuhan pangan dipenuhi oleh desa melalui BUMDes," kata Firman.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Jabar Siapkan Rp 26 Miliar untuk Insentif Nakes |Republika OnlineMereka ini adalah para petugas yang menangani pandemi Covid-19.
Read more »
Sindikat Penjual Daging Celeng untuk Warung Bakso dan RM di Jabar TerbongkarPetugas Satreskrim Polres Cimahi berhasil membekuk pasutri yang menjual daging celeng (babi hutan) yang dicampur dengan...
Read more »
Simak Kabar Baik untuk Tenaga Medis di Jabar yang Berjuang Melawan CoronaPemprov Jawa Barat sudah menyiapkan dana Rp26 miliar untuk pemberian insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19. TenagaMedisCOVID-19
Read more »
Ustaz Hilmi Aminuddin Meninggal, Ketua DPW PKS Jabar: Kami Kehilangan GuruAbdul Hadi Wijaya: Iya, betul (Ustaz Hilmi Aminuddin meninggal dunia) sebagaimana yang beredar itu, 14.24 WIB di Rumah Sakit...
Read more »
Jabar Kembali Raih Opini WTP Sembilan Kali Berturut-Turut |Republika OnlineSelain Pemprov, 27 Pemkab/Pemkot di Jabar juga mendapat opini WTP untuk LKPD 2019
Read more »
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 Juni 2020Berikut ini update Covid-19 di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung.
Read more »