Menurut BSSN, semua yang terlibat penanganan Covid-19 agar selalu menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi untuk menghindari kebocoran data.
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN memastikan tak ada kebocoran data pasien Covid-19 seperti yang santer dikabarkan.'Tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada Sistem Elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi Covid-19,' kata Juru Bicara BSSN Anton Setiawan dalam keterangan tertulis hari ini, Minggu, 21 Juni 2020. 'BSSN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas.
'Mengimbau semua pihak tidak memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi atau kelompok,' ucapnya.Sebelumnya beredar kabar bahwa terjadi kebocoran data penanganan Covid-19. Bahkan, data pasien Covid-19 yang diretas mencapai 230 ribu dan diperjualbelikan di dark web.Anton mengingatkan semua unsur yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 agar selalu menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi dan membangun budaya keamanan siber dalam pengelolaan sistem elektroniknya.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Data Pasien Covid-19 Bocor, Menkominfo Koordinasi dengan BSSNData Pasien Covid-19 Bocor, Menkominfo Koordinasi dengan BSSN. Pihaknya juga segera melakukan koordinasi dan evaluasi data center K/L lainnya yang terkait.
Read more »
NasDem: Peretasan Data Covid-19 Bukti Pentingnya Penguatan BSSNNasDem: Peretasan Data Covid-19 Bukti Pentingnya Penguatan BSSN. Sistem keamanan internet yang dimiliki lembaga pemerintah dan swasta harus menerapkan keamanan berlapis dalam upaya mencegah mudahnya upaya peretasan dan kejahatan sejenis.
Read more »
Ikappi: 19 Pasar Tradisional di DKI Ditemukan Kasus Covid-19Ikappi mencatat hingga hari ini sebanyak 19 pasar tradisional di DKI Jakarta ditemukan kasus positif Covid-19.
Read more »