Peringatan dini cuaca diberikan BMKG tiga hari sebelum cuaca ekstrem terjadi agar masyarakat bisa bersiap dan melakukan mitigasi bencana.
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengakui peringatan dini cuaca yang dikeluarkan belum maksimal, terutama dalam mencegah adanya korban akibat bencana. 'Kami masih terus berproses. Mohon maaf bila masih tetap jatuh korban,' katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR yang dipantau dalam jaringan, Senin 22 Juni 2020.
Peringatan dini disebar ke pelabuhan udara, pelabuhan laut, pelabuhan nelayan, serta polisi perairan dan udara.Meski begitu, Dwikorita mengungkap masih ada korban ketika terjadi bencana hidrometeorologi. 'Itu menjadi tantangan BMKG. Mungkin tetap perlu sentuhan-sentuhan yang humanis agar peringatan dini bisa dipatuhi,' katanya menuturkan.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Peringatan Dini BMKG Senin, 22 Juni 2020: Jabodetabek Hujan Lebat Disertai Angin Kencang - Tribunnews.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia untuk Senin, 22 Juni 2020.
Read more »
Musim Kering, BMKG Minta Waspadai Karhutla di Bulan AgustusPuncak musim kemarau di Sumsel diperkirakan bulan September tetapi mulai kering di Agustus.
Read more »
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Hari IniMalam hari, hujan diprakirakan masih akan mengguyur seluruh Jakarta tanpa terkecuali dengan intensitas ringan.
Read more »