Bisnis waralaba lesu karena terdampak pandemi Covid-19.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Levita Ginting Supit mengakui bisnis waralaba lesu karena terdampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut terutama karena adanya pembatasan hingga ditutupnya pusat belanja dan perkantoran.
Menurut Levita, sama dengan bisnis lainnya, bisnis waralaba kemungkinan masih butuh waktu untuk bisa kembali pulih. Ia memperkirakan pemulihan baru akan bisa terjadi tahun depan karena saat ini sudah memasuki semester kedua 2020. Kendati bisnis waralaba melesu, menurut Levita, minat pelaku usaha untuk menjadikan bisnis mereka jadi tuan rumah di negeri sendiri tetap tinggi. Oleh karena itu, momentum ini disebutnya harus jadi kesempatan untuk menggelorakan bisnis lokal.
"Waralaba Indonesia pun mulai berkembang setelah krismon. Saat itu waralaba lokal mulai naik daun, yang asing memang berkurang. Nah ini mungkin akan terulang lagi. Maka ini saatnya waralaba lokal mengembangkan bisnis di negeri sendiri, bahkan bisa ekspansi waralaba ke luar negeri," katanya.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bisnis Haji-Umroh Lesu, Amphuri Optimalkan Koperasi |Republika OnlineBisnis haji dan umroh lesu akibat pandemi Covid-19.
Read more »
Suntikan Bank Sentral Membantu Pemulihan Ekonomi - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.co
Read more »
David Beckham Investasi Rp 445 Miliar untuk Bisnis EsportsDavid Beckham menginvestasikan USD 31 juta atau setara Rp 445 miliar untuk mendukung esports.
Read more »
Bisnis Digital dan IndiHome Jadi Mesin Pertumbuhan Telkom |Republika OnlineKuartal 1 Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp 34,19 triliun
Read more »
Gandeng JIP, Olympus Lakukan Divestasi BisnisDivestasi perusahaan dinilai strategis dan positif bagi bisnis kamera Olympus di Indonesia.
Read more »
Bursa Asia Bervariasi karena Suramnya Sentimen Bisnis JepangSecara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang menguat 0,2 persen.
Read more »