Bank Dunia menilai utang BUMN RI yang terus bertambah, berpotensi menjadi masalah baru dalam pengelolaan fiskal.
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Dunia menilai bahwa utang BUMN yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, akan menjadi masalah baru dalam pengelolaan fiskal di Indonesia. Dalam laporan yang bertajuk Spending for Better Results, Bank Dunia menyebut utang BUMN harus menjadi perhatian lantaran pemerintah Indonesia semakin bergantung kepada BUMN untuk proyek pembangunan infrastruktur. Selain itu, terdapat pula sejumlah penugasan lain berupa subsidi bahan bakar.
Posisi itu masih jauh di bawah pagu jaminan sebesar 6,0 persen dari PDB, dan jaminan untuk proyek kemitraan pemerintah swasta sebesar 1 persen dari PDB pada 2018. Jaminan itu ditalangi oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PII untuk risiko penjaminan.Berdasarkan kajian belanja publik yang dirilisnya, Bank Dunia mencatat bahwa Indonesia selalu mengalami defisit fiskal dalam 20 tahun terakhir dengan besaran bervariasi.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Zuhairi: Bung Karno Tidak Bisa Lepas dari Dunia IslamPada 1960, Bung Karno mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas al-Azhar Mesir dalam bidang filsafat Islam.
Read more »
Marquez Bisa Gagal Jadi Juara Dunia MotoGP 2020 Gara-Gara Faktor IniJorge Lorenzo menyebut sosok Marc Marquez masih menjadi favorit untuk MotoGP 2020.
Read more »
Empat Bank BUMN Terima Dana Pemerintah, Ini Detail PenggunaaannyaSri Mulyani mengatakan empat bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara, telah memberikan informasi detail mengenai rencana penggunaan dana pemerintah.
Read more »
Bank BUMN Pakai Dana Rp 30 Triliun dari Pemerintah untuk Salurkan KreditMasing-masing bank akan menyalurkan kredit-kredit di sektor riil dengan jangka waktu berbeda yang disepakati, yakni 3 bulan dan 6 bulan ke depan.
Read more »
Dapat Titipan Rp 30 T, Bank BUMN Bayar Premi ke LPS Berapa?Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menjelaskan bank yang mendapatkan penempatan dana tersebut tetap membayarkan premi. berapa? BUMN via detikfinance
Read more »
Titipan Dana Pemerintah Rp 30 T di Bank BUMN Bakal Lebih Lama'Jangka waktu penempatan tiga bulan dan akan diperpanjang. Presiden minta diperpanjang.' BUMN via detikfinance
Read more »