Diharapkan semakin mendorong tenant dan merchant untuk mau menggunakan pembayaran non-tunai QRIS.
Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia membebaskan biaya atau fee transaksi bagi pembayaran non-tunai Quick Response Code Indonesian Standard bagi UMKM dalam rangka lebih mendorong penggunaan pembayaran non-tunai tersebut di masa normal baru.
"Kami juga bekerjasama dengan para penyelenggara jasa pembayaran untuk membuka fitur pendaftaran online-nya, sehingga para merchant yang tadinya menggunakan QRIS sekarang sudah bisa daftar secara online, termasuk memberikan bimbingan melalui video call atau chatbot supaya mereka lebih mudah menggunakan QRIS," katanya.
Untuk QRIS sendiri ternyata ada inovasi yang namanya fitur QRIS Tanpa Tatap Muka. Jadi kode QR-nya bisa dikirimkan oleh pedagang, nantinya dari kode tersebut tidak perlu dipindai lagi oleh konsumen sehingga tinggal disimpan gambarnya, kemudian dipilih aplikasinya dan langsung bisa bertransaksi. 2 dari 3 halaman2,5 Juta Pengguna QRISDari jumlah tersebut, sebanyak 2,5 juta pengguna QRIS merupakan merchant atau pelaku usaha berskala mikro.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pemulihan Ekonomi, Kemenkeu: BI Akan Tanggung 100% Beban Bunga UtangMenteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, BI akan menanggung 100% beban bunga utang dengan tujuan mengurangi dampak krisis...
Read more »
BI: Penempatan Dana Pemerintah di Bank Umum Lancarkan QE |Republika OnlinePenempatan dana senilai Rp 30 triliun ke bank BUMN sudah efektif sejak pekan lalu.
Read more »
Menkeu pastikan langkah berbagi beban dengan BI sesuai tata kelolaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa langkah berbagi beban (burden sharing) dengan Bank Indonesia dalam penanganan COVID-19 akan dilakukan ...
Read more »
Sri Mulyani Bocorkan Skema Pendanaan Burden Sharing dengan BISri Mulyani terus berkomunikasi dengan BI terkait langkah-langkah pendanaan burden sharing.
Read more »
Sri Mulyani Sebut Uang Negara di BI Capai Rp400 TriliunMenteri Keuangan Sri Mulyani menyebut uang negara yang ditempatkan di BI sekitar Rp300 triliun sampai Rp400 triliun.
Read more »
BI akan Tanggung 100 Persen Bunga Utang untuk Barang Publik |Republika OnlinePembiayaan utang untuk barang publik terkait penanganan Covid-19 capai Rp 397 triliun
Read more »