Suntikan likuiditas itu dikeluarkan dengan bunga 2,2 persen dan 2,35 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Bank Sentral China menyuntikkan likuiditas ke pasar uang sebesar 120 miliar yuan atau setara Rp 240 triliun pada Senin , melalui operasi reverse repo. Suntikan dana tersebut bertujuan untuk menjaga kondisi keuangan China dari dampak Covid-19. Baca Juga "Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga likuiditas yang stabil dalam sistem perbankan," kata bank sentral dikutip Xinhua, Selasa .
Adapun suntikan likuditas tersebut terdiri dari 40 miliar yuan dengan tingkat bunga 2,2 persen dan 80 miliar yuan dengan tingkat bunga 2,35 persen. China akan mengejar kebijakan moneter yang bijaksana dengan cara yang lebih fleksibel dan tepat. China akan menggunakan berbagai instrumen agar likuiditas tetap terjaga. Di antaranya pengurangan rasio, pengurangan suku bunga, dan pinjaman ulang.
Reverse repo sendiri adalah instrumen yang memungkinkan bank sentral membeli surat berharga dari bank komersial melalui penawaran, dengan perjanjian untuk menjualnya kembali di masa depan.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bank BJB Sambut Positif Penurunan Suku Bunga Bank IndonesiaPemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto mengatakan perseroan akan segera melakukan penyesuaian dengan kebijakan bank sentral.
Read more »
Dapat Pinjaman Bank Dunia Rp 1,58 Triliun, Pemerintah Tata DAS CitarumPenataan DAS Citarum dilakukan mulai dari normalisasi badan sungai hingga pembangunan fasilitas pengolahan air limbah dan sampah permukan.
Read more »
Strategi Digital Banking Mandiri Jadi Bank ModernBank Mandiri terus meningkatkan layanan digital banking-nya melalui penguatan infrastruktur dan SDM.
Read more »
Gandeng Warung dan Agen, Bank Mandiri Salurkan Bantuan Rp 6MBank Mandiri menggandeng ratusan warung kecil dan agen makanan untuk menyiapkan bantuan senilai Rp 6 miliar yang disalurkan bagi masyarakat terdampak Covid-19.
Read more »
Bagaimana Bank Jangkar Menanggung Risiko Penempatan Dana Penyangga Likuiditas PerbankanPemerintah segera menetapkan bank peserta untuk menyalurkan dana penyangga likuiditas perbankan. Berpotensi tak efektif dan tak efisien mencapai tujuan pemulihan ekonomi.
Read more »
Editorial: Bahaya Laten Bank JangkarPemerintah harus hati-hati menempatkan bantuan likuiditas perbankan. Kejadian BLBI 1998 tidak boleh terulang.
Read more »