Dana hasil obligasi akan dipakai untuk mendukung pertumbuhan aset produktif.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Commonwealth akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun pada paruh kedua 2020. Adapun rencana perusahaan obligasi diterbitkan dalam denominasi rupiah dengan jangka waktu atau tenor tiga tahun. Baca Juga Seperti dikutip dari prospektus perusahaan, Senin Bank Commonwealth berharap dapat memperoleh pernyataan efektif penawaran obligasi pada 13 Agustus 2020.
Kemudian masa penawaran umum dijadwalkan pada 14-18 Agustus 2020, perkiraan tanggal penjatahan 19 Agustus 2020, perkiraan tanggal pembayaran dan pengembalian uang pemesanan 25 Agustus 2020, perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik 25 Agustus 2020, dan perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indoneisa 26 Agustus 2020.
Pada kuartal satu 2020, Bank Commonwealth membukukan rugi komprehensif tahun berjalan senilai Rp 70,915 miliar dengan rugi bersih per saham Rp 5,806 miliar. Jumlah aset senilai Rp 22,089 triliun.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pemerintah akan Evaluasi 24 Bank Pelaksana FLPP |Republika OnlineFLPP merupakan program pemerintah dalam pemberian subsidi pembiayaan pembelian rumah
Read more »
Bank Butuh Waktu untuk Salurkan Kredit Korporasi - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coBank Butuh Waktu untuk Salurkan Kredit Korporasi
Read more »
Mengenal Istilah 'Cessie' dalam Kasus Korupsi Bank BaliDalam istilah perbankan dikenal dengan cessie yang terkait dengan kasus korupsi Djoko Tjandra di Bank Bali. Lalu apa itu cessie?
Read more »
Hingga Juni 2020, Bank Mandiri Salurkan Rp 192,8 Miliar Kredit DigitalBank Mandiri telah menyalurkan kredit digital Rp 192,8 miliar kepada 6.639 debitur.
Read more »
Penyaluran kredit melambat, aset Bank Banten turun 14,60 persenAset PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mengalami penurunan sebesar 14,60 persen secara year on year (yoy) dari Rp9,48 triliun pada 2018 ...
Read more »
Ekonom UI: Pernyataan Bank Dunia sulit terwujudEkonom Universitas Indonesia (UI) Dr Rizal E. Halim menyatakan pernyataan Country Director Bank Dunia Indonesia Satu Kahkonen terkait prediksi pulihnya ...
Read more »