Industri asuransi syariah akan lebih banyak melakukan kampanye dan kolaborasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asuransi syariah perlu mewaspadai sejumlah hal di tengah kondisi tak menentu tahun ini. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia , Erwin Noekman menyebut termasuk diantaranya adalah dari sisi tata kelola perusahaan dan kinerja.
Selain itu dari sisi kinerja, perusahaan juga perlu mewaspadai adanya potensi gagal bayar. Meski demikian, Erwin meyakini, dengan mekanisme dan peraturan yang ada, risiko gagal bayar di perusahaan asuransi syariah dapat dikatakan minim. Karena pemisahan ini, masing-masing mempunyai aturan tersendiri. Misalnya, pembayaran klaim atau manfaat tidak menggunakan dana perusahaan. Sebaliknya, biaya-biaya promosi dan operasional bukan menjadi beban dana tabarru. Dana milik peserta aman.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pertumbuhan Rendah, Wapres Minta Asuransi Syariah Berinovasi |Republika OnlineLiterasi ekonomi syariah di Indonesia pada 2019 baru mencapai 16,3 persen.
Read more »
Wapres Ingatkan Asuransi Syariah Hindari Potensi Gagal Bayar |Republika OnlineAsuransi perlu memperhatikan good corporate governance.
Read more »
Asosiasi Asuransi Syariah Pilih Ketua Baru |Republika OnlineTatang Nurhidayat terpilih sebagai Ketua Umum untuk tiga tahun ke depan
Read more »
Wapres Minta Pelaku Asuransi Syariah Jaga Kesesuaian Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah'Selayaknya lembaga keuangan syariah lain, asuransi syariah juga perlu menjaga kesesuaian usaha yang dijalankan.'
Read more »
BNI Syariah Mulai Pasarkan KPR FLPP Sejahtera Syariah |Republika OnlineKPR Sejahtera Syariah ditujukan untuk pembelian rumah subsidi tapak atau susun.
Read more »
Ikapi dan Shopee Hadirkan Jakarta Book Fair Online 2020Ikapi DKI Jakarta bersama perusahaan 'e-commerce' Shopee, dan Republika menggelar 'Jakarta Book Fair (Jakbook) Online' 2020 pada 29 Juni-2 Juli 2020.
Read more »