Eks Kapolri Sebut Polri Bisa Berubah Tergantung Masyarakat, Kok Gitu?
Kapolri ke-17, Jenderal Da'i Bachtiar menyebut reformasi Polri dari segi kultural dapat dilakukan. Namun dia mengakui, hal itu membutuhkan jangka waktu yang panjang. Hal ini disampaikan Bachtiar usai melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta pejabat utama Mabes Polri.
"Saya tentu dari 2001 sampai 2005, saya sudah melakukan reformasi seperti itu. Tapi memang reformasi yang perlu waktu adalah aspek kultural," ungkap Bachtiar di Mabes Polri, Kamis . Sejatinya, lanjut Bachtiar, reformasi di tubuh Polri telah dilakukan sejak era Presiden Soeharto. Di mana, saat itu Polri baru saja dipisahkan dengan ABRI -- sebutan TNI masa itu. Hanya saja, reformasi di segi kultural Polri membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab banyak aspek pendukung yang juga perlu dipenuhi, termasuk dari masyarakat. "Ini kebetulan bukan hanya karena beberapa polisinya, tapi tergantung lingkungannya. Lingkungannya siapa? Masyarakat itu sendiri. Jadi perubahan kultural di polisi juga dipengaruhi oleh perubahan pada masyarakat itu sendiri. Itu yang dirasakan menjadi beban kita semua," ungkap dia. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat bicara soal reformasi kultural Polri di acara puncak HUT ke-74 Polwan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat . Sigit menjelaskan, ada dua langkah reformasi kultural yang bakal dilakukan. Pertama Rule Based Definition dan kedua Value based Definition. Sigit memaparkan, Rule Based Definition sudah berjalan dengan menyerap dan mendengar aspirasi masyarakat. Contoh konkretnya adalah perubahan Perkap menjadi Perpol beberapa waktu lalu. Sedangkan cara Value Based, membutuhkan komitmen dan kerja keras bagi seluruh personel kepolisian dengan terus menanamkan nilai Tri Brata dan Catur Prasetya serta saling mengingatkan satu lainnya untuk selalu berbuat kebaikan. "Kita harus saling mengingatkan. Tidak bisa kita biarkan teman kita kemudian berjalan tersesat dan tidak kita ingatkan. Anda berdosa kalau tidak mengingatkan teman-teman. Yang terlihat mulai perhatikan, tugas kita untuk saling mengingatkan dan ini untuk menjaga institusi yang kita cintai," kata Sigit.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Article headlineGELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melihat dunia sedang dalam masa perfect storm ata...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Artis Nikita Mirzani sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Mei 2022 oleh penyidik Polres Serang Kota. Kini, ibu tiga anak ini...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Kasus pencemaran nama baik Nikita Mirzani terhadap Dito Mahendra kembali memasuki babak baru, Selasa (25/10/2022). Kali ini Niki...
Read more »
Article headlineGELORA.CO -Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi hasil survei dari Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menye...
Read more »
Article headlineGELORA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengkritik pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengklaim bahwa presiden sel...
Read more »
Raisa Ingin Tonjolkan Energi Feminin di Konser GBK 2023 |Republika OnlineRaisa akan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Jakarta pada 25 Februari 2023.
Read more »