Article headline

United States News News

Article headline
United States Latest News,United States Headlines

Kritik Pernyataan Febri Diansyah, Kuasa Hukum Bharada E: Tidak Manusiawi, Pembunuhan Terencana Dinilai Hanya sebagai Kekeliruan

Kritik Pernyataan Febri, Kuasa Hukum Bharada E: Tidak Manusiawi, Pembunuhan Terencana Dinilai Hanya sebagai Kekeliruan-Pernyataan Febri Diansyah selaku tim kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo menuai kritikan tajam dari kuasa hukum Bharada E.

Bahkan pernyataan Febri dianggap tidak manusiawi. Pasalnya, Ferdy menyatakan ada kekeliruan dalam peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Koordinator tim kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, menyayangkan sikap Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya yang masih saja berkelit dan tidak berempati dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Menurut Ronny, pihaknya tidak habis pikir kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang dilakukan secara terencana oleh Ferdy Sambo, sebagaimana yang diterangkan Bharada E, hanya sebagai sebuah kekeliruan. Seharusnya, Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya meminta maaf dan berempati. Bahkan, Ronny menilai, melalui kuasa hukumnya justru Ferdy Sambo tetap bertahan agar terkesan menjadi “korban” dari peristiwa pembunuhan Brigadir J. "Saya kira tidak etis dan tidak manusiawi ketika berpikir pembunuhan terencana ini dinilai hanya sebagai sebuah kekeliruan. Coba pikirkan perasaan keluarga korban," ujar Ronny dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis . Sementara dari pihaknya, lanjut Ronny, Bharada E juga langsung menyampaikan permintaan maaf dan sungguh merasakan kesedihan keluarga korban Brigadir J. "Makanya, keluarga klien kami pun secara khusus meminta maaf lewat tayangan sebuah televisi kepada keluarga korban Brigadir J untuk meminta maaf secara tulus. Beda dengan FS lewat kuasa hukumnya yang sampai sekarang bertahan dan malah membuat dirinya sebagai ‘korban’ dalam kasus ini," pungkas Ronny. Sebelumnya, Febri Diansyah menyatakan kliennya mengakui ada sejumlah kekeliruan, usai peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J. "Ketika kami bicara dengan Bu Putri, ketika kami bicara dengan Pak Ferdy Sambo, mereka mengakui bahwa ada kekeliruan-kekeliruan memang yang terjadi di fase kedua ini. Namun, jangan sampai fase kedua ini kemudian membuat kita bias dan mencampuradukkan kebenaran yang terungkap pada fase berikutnya," kata Febri saat jumpa pers di Jakarta, Rabu .

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

geloraco /  🏆 34. in İD

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Article headlineGELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan pernyataan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin yang memi...
Read more »

Article headlineGELORA.CO - Pengacara Taruli Simanjuntak melayangkan somasi kepada Pendeta Gilbert Lumoindong mengenai pernyataan tentang Brigadir Noprians...
Read more »

Article headlineGELORA.CO   - Pernyataan pedas hingga kocak Gibran Rakabuming Raka tanggapi gugatan ijazah palsu Presiden Jokowi. Seperti diketahui, gugatan...
Read more »

Article headlineGELORA.CO - Pihak penggugat Bambang Tri melalui kuasa hukumnya Ahmad Khozinudin, S.H memberikan respons atas pernyataan resmi dari Rektor U...
Read more »

Article headlineGELORA.CO - Kuasa hukum tersangka Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Febri Diansyah, menyebut bahwa rekayasa tembak menembak di Duren Tiga ...
Read more »

Article headlineGELORA.CO - Mantan penyidik KPK, sekaligus kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah mulai kelihatan vokal membela kliennya.  Yang terbaru, ia...
Read more »



Render Time: 2026-05-07 00:33:09