Article headline

United States News News

Article headline
United States Latest News,United States Headlines

Peringatan IMF: Utang Pemerintah Meningkat, Perusahaan Bangkrut Bertambah

- Dana Moneter Internasional menyebut situasi global yang menantang berimbas pada sektor keuangan yang semakin ketat. Apalagi, bank sentral di sejumlah negara telah menaikkan suku bunga acuan, yang membuat risiko stabilitas keuangan global meningkat.

Penasihat Keuangan sekaligus Kepala Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, Tobias Adrian, dalam blog IMF, Rabu , mengatakan inflasi dan risiko geopolitik membuat tekanan yang berat pada keuangan global. "Untuk menghindari tekanan inflasi yang mengakar, bank sentral mempercepat pengetatan kebijakan moneter. Terlebih pada negara maju dan berkembang, risiko kerentanan menjadi lebih besar," ujar Adrian. Ia mengatakan, kondisi global tersebut akan membuat kerentanan sektor keuangan, termasuk kenaikan utang pemerintah hingga lembaga keuangan non bank, seperti asuransi, dana pensiun, dan reksa dana secara global. Imbal hasil obligasi yang meningkat membuat biaya pinjaman menjadi lebih tinggi di banyak negara dan perusahaan. "Pasar global menunjukkan kerentanan, karena investor menjadi lebih menghindari risiko di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi," tuturnya. "Imbal hasil obligasi meningkat secara luas di seluruh peringkat kredit, dengan biaya pinjaman untuk banyak negara dan perusahaan telah naik ke level tertinggi dalam satu dekade atau lebih," lanjut Adrian. Selain itu, risiko di pasar negara berkembang juga diproyeksi meningkat, sejalan dengan penerbitan obligasi negara dalam dolar AS dan mata uang lainnya. Menurutnya, banyak negara akan mencari sumber alternatif pembiayaan. Sementara untuk perbankan secara global, permodalan dan likuiditas dinilai masih cukup. Namun, IMF juga memberikan peringatan bahwa hal ini tidak akan cukup di beberapa bank. Menurut Adrian, jika pengetatan kebijakan semakin tajam dan resesi global terjadi tahun depan, sebanyak 29 persen bank di negara berkembang akan sulit mencukupi kebutuhan modal. "Jika pengetatan tajam kondisi keuangan menyebabkan resesi global tahun depan di tengah inflasi yang tinggi, 29 persen bank pasar berkembang akan melanggar persyaratan modal. Sebagian besar bank di negara maju akan jauh lebih baik," tuturnya. Kondisi global juga membuat tekanan pada perusahaan, utamanya perusahaan kecil. Spread kredit yang melebar, biaya yang tinggi, telah menguras keuntungan perusahaan. Bahkan menurut laporan IMF, kebangkrutan pada perusahaan kecil mulai menunjukkan peningkatan. "Untuk perusahaan kecil, kebangkrutan sudah mulai meningkat karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dan dukungan fiskal yang berkurang," jelas dia.IMF menyarankan agar bank sentral lebih tegas untuk mengendalikan inflasi sesuai target. Selain itu, bank sentral juga dapat melakukan intervensi nilai tukar yang menghambat transisi kebijakan moneter. Bagi pemerintah, IMF menyarankan agar negara berkembang mengurangi risiko utang melalui keterlibatan dengan kreditur, kerja sama multilateral, dan dukungan internasional. "Bagi mereka yang berada dalam kesulitan, kreditur sektor bilateral dan swasta harus berkoordinasi dalam restrukturisasi untuk menghindari default dan kehilangan akses pasar yang berkepanjangan," tambahnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

geloraco /  🏆 34. in İD

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Bos IMF dan Bank Dunia Beri Peringatan, Risiko Resesi Global Meningkat!Bos IMF dan Bank Dunia Beri Peringatan, Risiko Resesi Global Meningkat!Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia memberi peringatakan bahwa risiko resesi global akan meningkat.
Read more »

IMF: Ekonomi Rusia Tak Separah yang Dibayangkan, Ini SebabnyaIMF: Ekonomi Rusia Tak Separah yang Dibayangkan, Ini SebabnyaDana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan Rusia tidak akan mengalami resesi ekonomi separah yang dibayangkan sebelumnya.
Read more »

Resesi Makin Nyata, IMF Turunkan Proyeksi Ekonomi GlobalResesi Makin Nyata, IMF Turunkan Proyeksi Ekonomi GlobalDana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,7% pada tahun 2023.
Read more »

Sri Mulyani Bertemu Bos IMF, Dunia Tidak Sedang Baik-baik SajaSri Mulyani Bertemu Bos IMF, Dunia Tidak Sedang Baik-baik SajaMenteri Keuangan Sri Mulyani bertemu Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva di sela-sela pertemuan tahunan IMF Annual Meetings 2022 di Washington DC, AS.
Read more »

Siap-siap Resesi! IMF Pangkas Outlook Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7 persenSiap-siap Resesi! IMF Pangkas Outlook Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7 persenDana Moneter Internasional (IMF) akhirnya memangkas outlook atau pertumbuhan ekonomi global 2023 menjadi 2,7 persen. Resesi di depan mata.
Read more »

Bos IMF Sebut Ekonomi RI Jadi Titik Terang Saat Dunia 'Gelap'Bos IMF Sebut Ekonomi RI Jadi Titik Terang Saat Dunia 'Gelap'Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Diskusi mengenai perkembangan ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, membawa Kristalina dalam menanggapi ekonomi yang berjala...
Read more »



Render Time: 2026-05-06 15:21:27