Ahli epidemiologi UI mengkritik penggunaan rapid test yang dipakai pemerintah sebagai alat untuk deteksi awal Covid-19.
Pandu mengatakan ia tidak setuju jika rapid test dijadikan untuk pemeriksaan awal Covid-19. Baginya rapid test yang yang berlandaskan antibodi untuk digunakan sebagai survei serologi, bukan untuk pendeteksian awal.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Ahli Infeksi RSCM Jelaskan Perbedaan Gejala DBD dan Covid-19Pada DBD, batuk bisa juga terjadi namun hanya 10-15 persen persentasenya. Berbeda dengan penyakit Covid-19 yang menyerang sistem pernafasan.
Read more »
Rapid Test Digelar di CFD Senayan, Dua dari 350 Warga Dinyatakan Reaktif Covid-19Rapid test massal yang dilakukan di Car Free Day (CFD) pada masa PSBB Transisi menghasilkan 2 orang reaktif Covid-19.
Read more »
Hasil Rapid Test Covid-19 di CFD Jakarta 21 Juni, 5 Orang ReaktifKepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Rusdianto mengungkapkan, hasil tes cepat atau rapid test Covid-19 lima orang di car free day Jakarta | Nasional
Read more »
Rapid Test, 79 Wisatawan di Puncak Reaktif Covid-19Tes cepat Covid-19 dilakukan guna mengetahui sebaran kasus yang disebabkan paparan luar Bogor.
Read more »
5 Peserta Rapid Test di CFD Jakarta yang Hasilnya Reaktif Dipastikan Negatif Covid-19Hal itu diketahui setelah kelimanya melakukan pemeriksaan swab yang diperiksa dengan metode PCR.
Read more »
Anggaran Covid-19 Terus Berubah, Rapid Test Harus BayarAnggaran untuk penanggulangan virus corona (Covid-19) dan dampaknya terus mengalami perubahan. Awalnya, pemerintah mengalokasikan anggaran Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun. Kemudian, tiba-tiba angkanya naik menjadi Rp641,1 triliun. Tidak berselang lama, anggaran Covid-19 naik lagi sebesar Rp677,2 triliun. Dan kini membengkak menjadi Rp695,2 triliun.
Read more »